Senin, 26 September 2011

Nasib Anak Jalan, Anak Itu bernama AMIR (kisah nyata)

malam ini tgl 26 september 2011, yah... aku baru saja menyelesaikan beberapa tugasku. yang terakhir mengantarkan pesanan bekas kantor ku, ( PT. TELKOM Tbk ) karena aku dulu begitu akrab dengan orang2 di sini, akupun leluasa keluar masuk main internet menggunakan perangkat kantor, ada beberapa temanku yang masih belum pulang karena lembur, memang terbiasa sudah dulu waktu saya bekerja di sinipun begitu selalu pulang larut ^_^. jangan d contoh yah..... tapi bukan ini kisah yang akan kuceritakan, melainkan kisah anak jalanan yang aku temui ketika pulang.

tepat jam 10, aku pamit pulang meninggalkan 2 orang temanku yang masih bekerja, pulang melewati jalanan yang rutin, menyusuri tepian sungai mahakam, karena rumahku menyebrang melewati jembatan mahakam. menikmati suasana, melihat kekiri dan kenanan memperhatikan tingkah laku orang2, ada yang sekedar nongkrong, berduaan, berdagang, berjaga, dan lain-lain yang biasa terlihat di kehidupan malam di tepian sungai mahakam.

Kemegahan Islamic Center Samarinda tak bisa di tinggalkan begitu saja, aku melihatnya memperhatikan bangunannya dan melihat tingkah laku orang-orang di depannya. aku terbiasa untuk memberhentikan motor ku di pertigaan islamic karena biasa ada anak-anak jalanan yang ikut, mereka adalah penjual koran malam. mereka biasa start dari sehabis magrib hingga jam 11 malam, kalau belum habis terpaksa mereka lembur. tapi tak terlihat seorangpun di pertigaan ini. jadi aku meneruskan perjalanan pulangku.

berjarak sekitar 200 meter dari pertigaan islamic center barulah aku menemukan seorang anak jalanan yang memegang koran yg di jualnya di kejauhan, dia berusaha memberhentikan kendaraan roda 2 untuk menumpang pindah ke tempat lain, ( kalau ga karang asam, yah jembatan mahakam ) itu yg biasa saya antar. nah beruntung dalam hatiku aku masih bisa beramal untuk mengantarkannya.

"Mau kemana de ?" tanyaku. " ke jembatan mahakam om" jawabnya. "ok lah ayo naik." aku mempersilahkan dia tuk naik di belakangku. aku menghibur perjalananku dengan bernyanyi. lagu2 yg ku ingat. tp dalam hatiku kenapa tidak kuajak dia ngobrol.... " dari mana de ? " pertanyaanku mengawali pembicaraan. "dari karang asam" jawabnya. terus dia bercerita tentang nasib yang menimpanya barusan. apa yg di ceritakannya membuat hatiku miris, dan sakit, ingin rasanya memberikan sesuatu untuknya agar bahagia, baiklah akan ku beritahu apa yang di ceritakannya padaku.

jadi ade ini baru mengalami kejadian yang tidak mengenakkan, bisa di bilang dia korban tindak kriminal. ya dia baru saja kehilangan tas yang berisi, koran (dagangannya), uang setoran 20 rb, dan uang hasil tabungannya 20 rb. saat bertanya berapa total yg hilang dia memprediksikan sekitar 50rban lebih... miris hatiku mendengarnya. aku lanjut bertanya, "gmn kok bisa hilang ?" "saya titip di tukang parkir (biasa dia menitp barangnya wilayah parkiran depan islamic center taman tepian sungai) di halte situ om, terus saya liat pengamen, pas saya liat lagi tas saya dah hilang ", jawabnya. "loeh mana tukang parkirnya ?" tanyaku. dia menjawab, "tukang parkirnya tadi lagi beli minuman" #tarik nafas panjang....

"Kenapa uangnya tidak di taruh di kantong ?" tanyaku untuk memberi solusi. Dan dia bercerita panjang setelah itu yang membuat aku lebih terkejut untuk menjawab pertanyaanku, jadi inti dari ceritanya adalah, mereka sering di bajak oleh kelompok orang2 dewasa, pengamen makassar mereka biasa berempat atau lebih dan ukuran badan mereka sebesar orang dewasa kaya aku ( menurut pengakuan dia ) yah akupun sangat sakit karena aku juga berasal dari sana. selain di bajak mereka biasa di pukuli kalau tidak memberi atau ketahuan berbohong. aku berusaha memberikan solusi, coba lapor polisi.... dia menjawab... sudah pernah om, tp ga da bukti, terus kalau lapor polisi kami akan di pecahkan kepalanya " " ah itu cuma ancaman " komenku. kan ada pos polisi dekat banget di situ ( sekitar 20 meter dari pertigaan ) " tapi om sudah 3 orang yg di pecahkan kepalanya yang di hantupkan di semen terakhir orang buton temen saya, nah karena kejadian itu baru polisi menangkapnya " <<< ini yg ketahuan.

wah parah, beginikah kehidupan anak jalanan, yang mencari nafkah untuk sekolah dan makan, asal para pembaca tahu kalau koran mereka terjual 1 buah mereka akan mendapatkan upah Rp.500,- mereka maximal hanya mendapat sekitar Rp.10.000,- kalau koran mereka habis, kalau tidak habis biasanya mereka akan di marahi oleh penerbit. wah kacau gumamku dalam hati. kadang demi menghabiskan koran mereka, mereka rela tidak pulang atau bahkan pulang hingga dini hari.

Umur mereka kisaran 6-10 tahun karena saya tahu mereka semua masih SD, saya pernah bertanya kepada mereka. kembali ke cerita awal. yah akhirnya kami menemukan 2 temannya di gerbang jembatan mahakam yg berusaha tuk memberhentikan kendaraan, aku berhenti untuk mempersilahkan 2 orang temannya itu tuk ikut, tp mereka menolak, entah apa alasannya. yah aku lanjutkan perjalanan hingga kami menyebrangi jembatan mahakam. aku ingin sekali melindunginya, hingga aku bertanya, ada hp de ? ah parah kenapa aku bertanya begini kalaupun ada pasti dah di ambil sama pembajak sialan itu. ( dalam hatiku langsung menjawab begitu ),,, lain kali de sembunyikan uangmu di semak2.... " ia om sudah kami lakukan " ternyata mereka sudah pernah melakukannya....

Karena dia bilang bakalan gak pulang malam ini karena takut tidak setoran, akhirnya aku memberikan uang kepadanya untuk mengganti setorannya. " ini de ada uang, ambillah untuk bayar setoranmu dan beli tas baru " tidak seberapa memang tapi aku yakin itu bisa membuatnya lebih bahagia, pesan terakhirku ke dia adalah, sering2 sholat de, terus berdoa saja semoga ALLAH yang pasti akan membalas kelakuan mereka padamu ", "ia om" jawabnya. " eh siapa namamu ? " tanyaku sebelum pergi. " " Amir OM, makasih ya om " menutup perbincangan kami.

Air mataku tidak keluar, tapi bathinku terasa hancur, bagaimana orang dewasa tega membajak dia, kan mereka juga kesusahan, dasar tidak punya nurani dalam hatiku sambil mengendarai motorku, akh sialan, tunggu kalau bertemu. hingga selesai menulis cerita nyata ini hatikupun masih geram dengan kelakuan pembajal dan maling itu.

Rabu, 06 Juli 2011

MUTIARA

Anda tidak dapat merencanakan masa yang akan datang berdasarkan masa lalu (Edmund Burke)

Kita tidak bisa mengingkari kesan bahwa manusia umumnya menggunakan standar yang keliru. Mereka mencari kekuatan,sukses dan kekayaan untuk diri mereka sendiri, memuji diri mereka di hadapan orang lain dan mereka memandang rendah pada apa yang sebenarnya berharga dalam hidup (Sigmund Freud )

Sukses adalah keberhasilan yang anda capai di dalam menggunakan talenta-talenta yang telah Allah berikan kepada Anda (Rick Devos)

Hiduplah sedemikian rupa sehingga Anda tidak akan merasa malu ketika orang laing berbicara tentang keluarga Anda. (Will Rogers)

Bekerja keras sekarang, merasakan hasilnya nanti; bermalas-malas sekarang, merasakan akibatnya nanti. (John C. Maxwell)

Kehilangan kekayaan masih dapat dicari kembali, kehilangan kepercayaan sulit didapatkan kembali. (Erich Watson)

Orang termiskin yang aku ketahui adalah orang yang tidak mempunyai apa-apa kecuali uang. John D.Rockefeller Bekerja keras sekarang, merasakan hasilnya nanti ; bermalas-malas sekarang, merasakan akibatnya nanti (John C Maxwell)

Kepengecutan yang paling besar adalah ketika kita membuktikan kekuatan kita kepada kelemahan orang lain (Jacques Audiberti)

Yang terpenting adalah menguasai diri sendiri (Eckermann)

Seorang Intelektual adalah orang yang pikirannya menjaga pikirannya sendiri (Albert Camus)

Kebahagiaan lebih banyak menipu daripada kesusahan (Martin Luther)

Jangan takut dengan kesalahan. Kebijaksanaan biasanya lahir dari kesalahan (Paul Galvin, founder Motorola)

Hidup itu seperti musik, yang harus di komposisi oleh telinga, perasaan dan instink, bukan oleh peraturan (Samuel Butler)

Di dunia ini benda-benda tidak akan berubah, kecuali kalau ada yang mengubahnya . (James A.Garfield)

Jangan buang hari ini dengan mengkuatirkan hari esok. Gunung pun terasa datar ketika kita sampai ke puncaknya. (Phi Delta Kappan)

Sedikit orang kaya yang memiliki harta. Kebanyakan harta yang memiliki mereka (Robert G. Ingersoll)

Bukan masalah-masalahmu yang mengganggumu,tetapi cara Anda memandang masalah-masalah itu.Semuanya bergantung pada cara Anda memandang sesuatu . (Epictetus Compassion is the basic of all morality by Arthur Schopenhauer)

Tak ada yang menarik,jika Anda tidak merasa tertarik (Helen MacInnes)

"Mutiara KELUARGA "

Bahagiakanlah keluarga kita sebelum membahagiakan orang lain.

Kesolehan keluarga menjadi penentu bagi tegaknya sesuatu bangsa yang aman, makmur dan sejahtera.

Sebahagian dari kesempurnaan kebahagiaan di dunia adalah memiliki keluarga yang bahagia.

Ciri orang yang mencintai keluarganya adalah dia selalu bersabar dalam mendidik akhlak dan keimanan keluarganya.

Seorang yang bekerja keras untuk menunaikan tanggung jawab kepada keluarganya adalah bukti kasihnya kepada keluarganya.

Tingginya darjat suami ditentukan oleh perjuangannya menjadi pemimpin rumah tangga, sehingga dituntut menjadi teladan yang baik bagi keluarga yang dipimpinnya.

Sesungguhnya keluarga itu tempatnya yang aman dan selesa dalam berkongsi suka dan duka.

Kasih sayang yang terjalin diantara anak dan ibubapa mampu melahirkan sikap jujur dan terbuka.

Kekuatan cinta yang tulus mampu menggerakkan lisan untuk senantiasa berterima kasih kepada pasangan, anak ataupun ibubapanya.

Mencintai keluarga adalah amanah bagi setiap manusia.

Pecinta keluarga tidak akan membiarkan dalam rumahnya berlaku keburukan dan kemaksiatan.

Anak-anak lebih memerlukan contoh dan keteladanan dari kedua ibu-bapa mereka daripada celaan dan kekerasan.

Kehidupan kita akan berubah apabila dimulai dengan perubahan diri, keluarga dan persekitaran.

Mahkota orang tua adalah anak cucunya dan kehormatan anak-anak adalah kerana nenek moyang mereka.

Apabila setiap ahli keluarga saling mencintai, menyayangi, dan saling mengalah, nescaya seluruh masyarakat akan menjadi baik, aman dan damai.

Keharmonian keluarga terletak pada sikap tanggungjawab dan terbangunnya komunikasi yang sihat diantara ahli keluarga.

Komunikasi dalam keluarga akan senantiasa terpelihara selama komunikasi dengan Allah pun tetap terjaga.

Keluarga yang dekat dengan Allah akan menjadi keluarga yang layak ditolong olehNya dalam setiap urusannya.

Rasul saw bersabda, paling dekat dengan ku kedudukannya kelak pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya.

Barangsiapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia adalah seumpama seorang mujahid dijalan Allah.

Warisan termahal dan terbaik dari diri kita untuk keluarga, keturunan, dan masyarakat adalah keindahan akhlak kita.

Allah mencintai orang-orang yang selalu berjuang memperbaiki diri, keluarga dan masyarakat.

Cintailah suami atau isteri kita dengan memuliakan ibubapa dan keluarganya.

Bagaimana kita bersikap kepada anak-anak kita, begitu pulalah mereka akan bersikap kepada kita. Maka berikan sikap yang terbaik kepada mereka

Jika Allah cinta kepada sebuah keluarga, maka salah satu cirinya ialah keluarga itu dibukakan hati untuk ilmu agama.

Kebahagiaan sesuatu keluarga bukanlah diukur dari segi mata-benda, tapi sejauh mana keta’atan keluarga kepada Allah.

Ibadah seorang ibu adalah modal bagi lahirnya anak-anak yang soleh yang akan menjadi benteng bagi ibubapanya kelak di akhirat.

Selasa, 05 Juli 2011

" KATA MOTIVASI "

Sesuatu Yang Lebih

Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan.

If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.

~ Thomas Jefferson

Hal Kecil dengan Cinta

Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.

In this life we cannot always do great things. But we can do small things with great love

~Mother Teresa

Tentang Visi

Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk.

Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare.

~ Japanese Proverb

Hidup Ini Singkat

Hidup ini singkat. Tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan.

Life is short. There is no time to leave important words unsaid.

~ Paulo Coelho

Cara Memulai

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan.

The way to get started is to quit talking and begin doing.
~ Walt Disney

Pikiran Ibarat Parasut

Pikiran kita ibarat parasut, hanya berfungsi ketika terbuka.

Minds are like parachutes – they only function when open.
~ Thomas Dewar

Sukses Adalah Perjalanan

Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir

Success is a journey, not a destination.
~ Ben Sweetland

Memberi dan Menerima

Mereka yang dapat memberi tanpa mengingat, dan menerima tanpa melupakan akan diberkati.

Blessed are those that can give without remembering and receive without forgetting.
~ Author Unknown

Hargai Milikmu

Hargailah segala yang kau miliki; anda akan memiliki lebih lagi. Jika anda fokus pada apa yang tidak anda miliki, anda tidak akan pernah merasa cukup dalam hal apapun.

Be thankful for what you have; you’ll end up having more. If you concentrate on what you don’t have, you will never, ever have enough.
~ Oprah Winfrey

Sabtu, 18 Juni 2011

" Menghadapi anak yg sering mengamuk "

TRIBUNNEWS.COM - Anak yang mengamuk di tempat publik mungkin akan membuat Anda sangat malu. Sebagian orangtua juga sering tidak tahu harus berbuat apa sehingga memilih untuk "bernegosiasi" dengan anak, yang penting dia tidak lagi menjerit dan berguling-guling di lantai. Namun, sebenarnya ada yang perlu diketahui seputar perilaku tantrum (mengamuk) yang dilakukan anak.

Menurut Dr Brenna E Lorenz, peneliti dari University of Guam, kita perlu memahami mengapa anak mengalami tantrum. Ia mengamuk karena dorongan amarah dari dalam dirinya. Sementara, kemarahan ini berakar dari rasa takut. Misalnya, "Kalau saya tidak mendapat mainan ini sekarang, sampai kapan pun saya tidak akan dibelikan orangtua saya." Rasa takut ini kemudian digantikan oleh rasa sedih karena merasa dia tidak mendapat hal yang ia inginkan. Itu sebabnya, ia menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan.

Sebagai orangtua, hal terbaik yang perlu dilakukan pada situasi seperti ini bukanlah menyerah pada keinginan anak dan memenuhinya. Meskipun hal ini adalah solusi paling mudah, terutama apabila Anda sudah lelah atau masih harus mengurus anak lainnya. Sekali Anda menyerah, anak akan kembali melakukan hal yang sama karena ia tahu dengan cara itu ia bisa mendapatkan keinginannya. Untuk itu, Anda perlu lebih banyak berbicara dengan anak agar ia terbiasa untuk mengemukakan emosinya dengan cara yang lebih positif.

Lorenz juga memberikan beberapa hal penting yang perlu dilakukan orangtua saat anak mengamuk:

1. Tetaplah tenang dan berpikir jernih. Berfokuslah pada penyebab dia mengamuk dan abaikan perilaku buruknya, hingga akhirnya ia menyadari bahwa cara "berkomunikasi" seperti itu tidak membuahkan hasil.

2. Hindari menghukum anak. Berteriak atau bahkan memukul anak hanya akan membuat tantrumnya menjadi lebih parah. Dalam jangka panjang, perilaku ini akan ia pertahankan.

3. Jangan memberi apa yang ia inginkan. Menyerah pada keinginannya hanya akan membuatnya melegalkan aksi tantrum untuk mendapatkan yang ia inginkan.

4. Jaga agar anak tetap berada dalam keadaan aman meski sedang mengamuk.

5. Apabila memungkinkan, tempatkan dia di tempat yang khusus agar tidak mengganggu atau melukai orang lain ataupun dirinya sendiri.

6. Jangan biarkan reaksi negatif dari orang sekitar Anda memengaruhi bagaimana Anda menangani tantrum anak.

" Berfikir Posotif By Rangga UMARA "

Jurus Berpikir POSITIF

Jgn nunggu Kondisi Baik baru Mikir Positif, Mikir Positif aja dulu, maka Kondisi jadi Membaik

Sharing Menikmati Macet hr ini ttg " Kata2 Positif bikin Semangat Positif"...mau?

Bagaimana supaya kita bisa berpikir positif setiap hari?

Tinggal ubah kata2 yg kesannya ga Enak jadi berasa Enak #from (-) to (+)

Enakan makan yg mana?"Telor 1/2 Mateng" atau "Telor 1/2 Mentah"?

Pdhl dua2nya sama2 1/2? Bedanya kata "mateng" lebih enak drpd kata "mentah"

Kamu PINTER tapi JELEEK!!, Kamu JELEEK tapi PINTER !!!, lbh enak mana dgrnya? Yg ke-2 ya?!

Kata dibolak-balik, tapi jadinya 2 persepsi yg beda

Nah.....skrg kita maen kata2 buat ngubah persepsi (-) kita jadi persepsi (+)

Bisa sihh...Tapi SULIT!!! --» Sulit memang...Tapi BISA!!!!

Yaaaaah :( ganti jadi Yesssss!!! :)

Dilarang MEROKOK!!! ganti jadi Merokok DILARANG!!!!(jgn fokus sm tulisan "Rokoknya", tp fokus sm Larangannya)

Gw dpt MASALAH !!!! --» Gw dpt TANTANGAN !!!!

Gue memang ngga bisa brentiin Hujan! tp Hujan juga ngga Bisa brentiin semangat Gue !!!!

Kalau berani jgn Takut2, kalau Takut jgn Berani2

Intinya, bagaimanapun situasinya, yg penting adlh sikap kita terhadap segala sesuatu yg terjadi

Karena Sikap (+) atau (-) kita thdp sesuatu, bisa mencerminkan siapa diri Kita

Setiap orng pasti punya Problem masing2, yg membedakan adlh respon mereka terhadap setiap problemnya

"Kita Adalah Apa yang Kita Pikirkan".

Krn Hidup ibarat Gema, Jika kita berteriak "Kamu Ganteng!!!!" Maka Gema pun menjawab "Kamu Ganteng!!! Teng...teng..teng

tapi jika kita blg "Kamu Jelek!!!!!" maka Gema pun Menjawab "Kamu Jelek!!! lek..lek..lek..jeleeek abiss :D

Kamu Unyu...nyu...nyu... :D setiap perkataan akan kembali pd kita & mencerminkan diri kita

Setiap orang punya Masalah sendiri-sendiri, tapi respon terhadap setiap masalahnya yg beda-beda

Respon beda hasilnya pun pasti berbeda

Jadii Bersikap(+) menghasilkan Tindakan (+) .... Bkn untuk orang lain...tp u/ Diri Kita Sendiri!!!

Mau Boarding dulu ya, Tx for Nyimak Tweeps Smg Bermanfaat :)

" SENYUMAN ALEX "

1308372542238276119

“Terkadang kita memperalat Tuhan sebagai penyelesai masalah, padahal Dia sebenarnya dengan terpaksa memperalat masalah agar kita mendekatiNya. Jangan menganggap Dia alat yang bisa kita pakai hanya ketika masalah datang & kita lupakan ketika masalah hilang.”

@Dewa_Klasik

“Tuhan selalu punya rencana indah di balik suatu kejadian yang Ia ijinkan terjadi dalam hidupmu.”

@Dewa_Klasik

#####

Aku menatap bocah enam tahun yang berdiri di depanku. Tubuhnya penuh dengan daki. Aroma tak sedap merasuki penciumanku. Entah sudah berapa lama tubuhnya yang mungil tak bersentuhan dengan air dan sabun mandi.

Bola matanya yang indah memancarkan sebuah semangat. Astaga! Senyumannya manis sekali ketika dia tersenyum padaku. Sepasang lesung pipi menghiasi wajahnya. Laksana pelangi yang menghiasai langit hujan.

“Nama kamu siapa?” tanyaku sambil membalas senyumnya.

“Alexander,” jawabnya sambil tangannya memainkan ujung bajunya yang memiliki banyak tambalan.

“Alex, datang dengan siapa ke sini?”

Diam. Tak ada jawaban. Pandangannya menyapu lantai kelas yang kosong. Masih belum ada murid yang datang. Biasanya kalau hujan seperti ini murid-murid datangnya suka agak telat.
Ada sebutir air mata yang mendadak jatuh membasahi pipinya. Aku menjadi bingung dengan reaksinya atas pertanyanku.

“Alex, datang sendiri ya?” tanyaku sambil menggengam tangannya yang dingin.

“Emang kalau ngga ada mama sama papa ngga boleh sekolah di sini ya, kak?” jawabnya pelan.

Jawaban Alex menusuk hatiku.

“Siapa pun bisa belajar di sini. Termasuk kamu,” jawabku lalu mengelus-ngelus kepalanya dengan lembut.

“Alex ngga punya papa dan mama. Papa dan mama Alex sudah meninggal. Alex hanya tinggal dengan nenek.”

Aku memperhatikan kantong plastik tua yang dibawanya. Merasa, aku penasaran dengan isi kantong plastik tersebut. Alex langsung mengeluarkan isinya.

Ya Tuhan! Aku mencoba membendung air mataku tidak jatuh.

Miris. Sesak. Sedih dan terharu menyatu di dalam dadaku melihat isi kantong plastik yang di bawanya.
Dengan bangganya dia memperlihatkanku, beberapa lembar kalender usang yang telah dipotong empat lalu di lobangi dan diikat dengan tali dijadikan buku. Sebuah pensil yang sepertinya sudah di serut dengan pisau.

“Buku Alex, jelek ya kak?” Aku langsung memeluknya.

Suaraku sepertinya tertahan di tenggorokanku. Aku tak mampu mengatakan apa pun. Air mataku pun berhasil jatuh. Aku mengagumi semangatnya yang ingin belajar. Sebuah semangat yang luar biasa di antara keterbatasan yang dimilikinya.

Sewaktu aku kecil, aku sering merobek bukuku hanya untuk membuat pesawat kertas atau perahu. Ketika aku duduk di bangku SMP dan SMA, bukuku sering penuh dengan coretan yang tidak jelas.

*****
Selesai kelas dan anak-anak lainnya sudah pulang semua. Aku menggantar Alex pulang. Bukan karena dia tidak bisa pulang sendiri. Tapi aku ingin melihat di mana dia tinggal.

“Kakak, ini rumah Alex!” ucapnya dengan penuh kebanggan. Tak ada sedikit pun rasa malu.

Ini bukan rumah apa lagi gubuk.

Aku memperhatikan hamparan tikar tua yang menjadi alas. Sekat setinggi lutut orang dewasa mengelilingi rumah Alex. Tidak ada dinding sama sekali apa lagi atap. Jalan tol megah menjadi atapnya. Tumpukan kardus menjadi perabot rumah tersebut. Halamannya penuh dengan tumpukan gelas dan botol bekas air mineral.

“Masuk, kak! Nenek lagi ngga ada. Masih mulung!”

Tanpa menunggu perintah untuk kedua kalinya. Aku masuk lalu menghempaskan tubuhku ke lantai.

“Kak, ini airnya diminum ya,” ucap Alex lalu menyerahkan segelas air putih.

Aku meraih gelas yang penuh dengan air putih tersebut lalu meminumnya. Terasa aneh di lidahku. Sepertinya itu adalah air sumur yang telah di rebus.

*****
Dalam kurun dua minggu Alex sudah bisa mengenal semua abjad dan angka. Prestasi yang tidak dapat diikuti oleh teman-teman sekelasnya yang lain.

“Wow! Alex hebat! Sudah bisa mengenal semua huruf,” pujiku setelah kelas selesai.

Dengan malu-malu dia tersenyum padaku. Detik berikutnya, dia mencari sesuatu di dalam tas yang pernah aku berikan padanya.

“Alex, mau bisa baca Alkitab seperti mama dan papa dulu. Makanya Alex mau belajar.”
Wajahku rasanya seperti tertampar. “Maafkan aku, Tuhan. Pagi ini aku belum sempat membaca Firman-Mu.” Bisikku dalam hati.

*****
Wajahku memancarkan kegelisahan. Entah kenapa, aku merasa kuatir ketika Alex belum juga datang. Tidak seperti biasanya, jam segini dia sudah datang. Selalu dia menjadi murid yang pertama kali hadir di kelas. Lima menit lagi kelas akan di mulai.

Hingga waktu jam proses belajar mengajar, Alex tidak datang.

“Sakitkah dia?” tanyaku dallam hati.

Tak ada satu pun yang tahu alasan Alex tidak hadir hari ini di kelas.
Selesai kelas, aku langsung bergegas menuju ke tempat tinggalnya. Sebelum sampai ke rumah Alex, seorang ibu menyapaku.

“Cari Alex ya, kak?”

Aku menganggukan kepala sambil menjawab “Iya, bu!”

“Alex di rumah sakit, kak! Semalam Alex …….”

Sungguh, aku tidak mampu mendengar penjelasan ibu tersebut. Seragam dan perlengkapan sekolah yang aku pegang untuk Alex rasanya ingin lepas dari tanganku.

*****
Rasanya langit seperti runtuh dan menimpaku ketika melihat keadaan Alex. Tangan kanannya penuh dengan perban. Alex kecelakaan ketika membantu neneknya memulung dan tangan kanannya terlindas ban truk sehingga dia harus diamputasi. Dengan bekal pinjaman sana-sini dan bantuan tetangga serta pengguna jalan raya yang menyaksikan peristiwa tersebut, akhirnya Alex di bawa ke rumah sakit.

Kantong plastik yang berisi seragam sekolah, tas dan perlengkapan sekolah terlepas dari tanganku. Masih terngiang dikepalaku percakapan kami kemaren.

“Kak, Alex mau masuk SD tapi kata nenek, uangnya belum cukup. Katanya baju seragam sekolah mahal.

Tapi Alex percaya kalau Tuhan pasti akan kasih nenek duit biar Alex bisa sekolah.”

“Alex, pasti sekolah. Percayalah!”

Tangan kanannya yang buntung dibalut perban. Betapa mirisnya hatiku melihat perban itu. Aku melihat tubuhnya yang pucat dan menahan rasa sakit diantara selang infus yang masih terpasang ditubuhnya.

Aku mengumpulkan semua kekuatanku hanya untuk menyapanya.

“Hallo, Alex?”

Aku duduk di sisinya. Aku membelai rambutnya.

“Kak, tangan Alex sakit sekali. Tangan Alex kenapa dipotong? Kan Alex mau nulis?”

Aku mencoba untuk menahan air mataku untuk tidak jatuh membasahi pipiku. Aku tidak boleh menangis didepan Alex.

“Alex pasti sembuh!” kataku mencoba menghiburnya.

“Kalo Alex sembuh itu artinya tangan Alex tumbuh lagi ya, kak?”

Nenek Alex yang berdiri dibelakangku memegang erat pundakku. Hanya Tuhan yang tau betapa perihnya hati ini melihat keadaan Alex.

“Iya, Alex lupa. Alex bisa menulis pakai tangan kiri. Kalau Tuhan ngga kasih mujizat untuk numbuhin tangan kanan Alex, tuhan pasti kasih mujizat buat Alex untuk menulis dengan tangan kiri.” Ucapnya dengan senyuman.

Aku tidak bisa menahan air mataku untuk tidak jatuh. Aku juga merasakan tetesan air mata nenek Alex jatuh membasahi bahuku. Aku ngga bisa membayangkan kalau aku mengalami apa yang dialaminya. Aku mungkin bisa gila! Tapi berbeda dengan Alex. Dia tetap optimis meski dia sendiri tidak tahu arti optimis itu apa.

“Nanti kakak akan ajarin kamu menulis ya!”

“Kapan?” tanyanya.

“Kalau kamu sembuh nanti.”

“Kakak kenapa menangis? Aku aja yang kecil ngga nangis.”

Aku cepat-cepat menghapus air mataku demikian juga neneknya.

“Aku mau nyanyi untuk kakak, bolehkan?”

Aku hanya menganggukan kepala lalu mengalunlah sebuah lagu.

KU YAKIN SAAT KAU BERFIRMAN
KU MENANG SAAT KAU BERTINDAK
HIDUPKU HANYA DITENTUKAN
OLEH PERKATAAN-MU

KU AMAN KAR’NA KAU MENJAGA
KU KUAT KAR’NA KAU MENOPANG
HIDUPKU HANYA DITENTUKAN
OLEH KUASA-MU

BAGI TUHAN TAK ADA YANG MUSTAHIL
BAGI TUHAN TAK ADA YANG TAK MUNGKIN
MUJIZAT-NYA DISEDIAKAN BAGIKU
KU DIANGKAT DAN DIPULIHKAN-NYA

Kunjungi : http://facebook.com/hore.houseofrevival